Tema : Menggapai cita" setinggi langit tanpa narkoba
Semangat
Oleh:
Jenie fahlevi putri
Pembukaan :
aku mempunyai 2 orang teman yang sebaya yang bernama Agung dan Bayu.
Mereka adalah sahabat yang selalu akur sejak kami bersekolah yang sama smp dulu. Tapi mereka memiliki kepribadian dan latar belakang yang sangat berbeda.
Agung adalah pelajar yang sangat pandai di sekolah , dulu keluarganya sederhana dan hidup rukun. tetapi setelah bapaknya di Phk di salah satu pekerjaan . Bapaknya mulai stres dan memakai narkoba, kini keluarganya menjadi kesusahan.
Hidupnya begitu sulit, ayahnya yang pengangguran dan pecandu narkoba tak mampu memberi nafkah kepada keluarganya.
Sedangkan bayu adalah pelajar yang tidak terlalu pandai di sekolah. Ia adalah anak tunggal dari seorang bapak pengusaha di palembang, Ibunya memiliki bisnis juga, arisan dan lainnya. Karena sibuk dengan urusan masing-masing, Bayu menjadi kurang kasih sayang.
Mereka kini duduk di bangku sekolah menengah atas, lebih tepatnya kelas X . Agung selalu mendapat beasiswa dari pihak pemerintah tempat agung bertinggal, karena semangat dan kerajinannya dalam menuntutut ilmu.
tapi agung sekarang lagi sangat kesusahan juga.
Suatu hari ibunya agung menemui bapaknya
" Pak ibu mau minta uang, beras kita habis "
" Ah uang-uang, tidak ada, uang yang bapak kasih 1 minggu lalu kemana buk?" Bapak menjawab dengan nada yang sangat keras.
" Sudah habis pak, selain beli beras, ibu membeli obat, ibuk batuk cukup parah pak"
" Ah obat - obat, pokoknya tidak ada uang merepotkan saja "
Agung sangat sedih mendengar kedua orang tuanya yang terus bertengkar itu, padahal dulunya sebelum bapaknya agung mengenal narkoba, ia itu keperibadian yang baik, perhatian dengan keluarga, jarang sekali marah.
Agung setelah pulang sekolah ia selalu mencari uang logam demi logam, agar dia bisa membantu kesusahan ibunya mengurus dia dan seorang adiknya.
Sempat terpikir dalam benaknya untuk berhenti sekolah, tetapi ia berpikir jika bukan dia siapa lagi yang akan membahagiakan keluarganya.hid up tak seperti semudah apa yang dibayanngkan.
Pada suatu ketika sepulang sekolah, Bayu menghampirinya
"Gung, kita main yok!"
"Kapan-kapan ya bay, aku mau ngamen dulu "balas agung.
"Hah ngamen" bayu tercengang"
"Iya, aku ingin cari uang buat keluargaku"
"Gung, gaªk usah susah2, kamu main kerumah aku saja nanti aku kasih kamu jajan"ajakan Bayu.
"Gaªk ah bay, aku gaªk mau ngebebani kamu"balas agung.
"Ya udah, kalo gitu boleh gaªk aku ikut kamu?"
"Iya boleh"
Semangat
Oleh:
Jenie fahlevi putri
Pembukaan :
aku mempunyai 2 orang teman yang sebaya yang bernama Agung dan Bayu.
Mereka adalah sahabat yang selalu akur sejak kami bersekolah yang sama smp dulu. Tapi mereka memiliki kepribadian dan latar belakang yang sangat berbeda.
Agung adalah pelajar yang sangat pandai di sekolah , dulu keluarganya sederhana dan hidup rukun. tetapi setelah bapaknya di Phk di salah satu pekerjaan . Bapaknya mulai stres dan memakai narkoba, kini keluarganya menjadi kesusahan.
Hidupnya begitu sulit, ayahnya yang pengangguran dan pecandu narkoba tak mampu memberi nafkah kepada keluarganya.
Sedangkan bayu adalah pelajar yang tidak terlalu pandai di sekolah. Ia adalah anak tunggal dari seorang bapak pengusaha di palembang, Ibunya memiliki bisnis juga, arisan dan lainnya. Karena sibuk dengan urusan masing-masing, Bayu menjadi kurang kasih sayang.
Mereka kini duduk di bangku sekolah menengah atas, lebih tepatnya kelas X . Agung selalu mendapat beasiswa dari pihak pemerintah tempat agung bertinggal, karena semangat dan kerajinannya dalam menuntutut ilmu.
tapi agung sekarang lagi sangat kesusahan juga.
Suatu hari ibunya agung menemui bapaknya
" Pak ibu mau minta uang, beras kita habis "
" Ah uang-uang, tidak ada, uang yang bapak kasih 1 minggu lalu kemana buk?" Bapak menjawab dengan nada yang sangat keras.
" Sudah habis pak, selain beli beras, ibu membeli obat, ibuk batuk cukup parah pak"
" Ah obat - obat, pokoknya tidak ada uang merepotkan saja "
Agung sangat sedih mendengar kedua orang tuanya yang terus bertengkar itu, padahal dulunya sebelum bapaknya agung mengenal narkoba, ia itu keperibadian yang baik, perhatian dengan keluarga, jarang sekali marah.
Agung setelah pulang sekolah ia selalu mencari uang logam demi logam, agar dia bisa membantu kesusahan ibunya mengurus dia dan seorang adiknya.
Sempat terpikir dalam benaknya untuk berhenti sekolah, tetapi ia berpikir jika bukan dia siapa lagi yang akan membahagiakan keluarganya.hid
Pada suatu ketika sepulang sekolah, Bayu menghampirinya
"Gung, kita main yok!"
"Kapan-kapan ya bay, aku mau ngamen dulu "balas agung.
"Hah ngamen" bayu tercengang"
"Iya, aku ingin cari uang buat keluargaku"
"Gung, gaªk usah susah2, kamu main kerumah aku saja nanti aku kasih kamu jajan"ajakan Bayu.
"Gaªk ah bay, aku gaªk mau ngebebani kamu"balas agung.
"Ya udah, kalo gitu boleh gaªk aku ikut kamu?"
"Iya boleh"
Bersambung--